Jakarta| Media Oposisi- Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo mengatakan aneh dalam kondisi ini, masih saja ada kepala daerah yang mengizinkan mantan anggota HTI untuk melaksanakan kegiatan. Menurut dia, seharusnya, tidak boleh lagi ada kegiatan.

“Ada juga kepala daerah yang izinkan (anggota HTI) boleh dakwah. Lho kok lucu," kata Tjahjo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (24/7/).

Ia menganggap dengan adanya pembubaran, sudah seharusnya kepala daerah melarang anggota HTI  berkegiatan.

"Ada kepala daerah yang ngomong begitu. Ini kan enggak boleh," pungkas Tjahjo. Upaya pemerintah memberangus HTI dan anggotanya tidak berhenti pada pencabutan badan hukum Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). Para anggota juga diharapkan tidak lagi melaksanakan kegiatan apa pun.

Anggota HTI sendiri diizinkan berdakwah di wilayah Yogyakarta dan wilayah lain seperti Depok oleh pemerintah daerah setempat. "Kalau dakwah yang dilakukan individu itu boleh, asalkan jangan mengatasnamakan lembaga HTI," tegas Bima pada Jumat (21/7).

Senada dengan Arya Bima, Sri Sultan HB X mempersilakan anggota HTI berdakwah di wilayah Yogyakarta. Ya enggak ada toh (pelarangan kegiatan). Hanya membubarkan organisasinya saja” kata Sultan pada Kamis (20/7). [MO]

Posting Komentar