Mentri Keuangan Sri Mulyani


Jakarta| Media Oposisi-Postur keuangan dalam APBN 2017 saat ini memang cukup untuk belanja di tiga sektor yaitu, infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan.

Namun sayangnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengklaim tiga sektor itu yang membebani APBN, padahal akan diterima rakyat secara gratisan.

“Memang investasi di ketiga sektor itu sangat mahal. Dan hal itu sedang dirintis oleh Pemerintahan Jokowi-JK. Padahal dengan besarnya biaya itu, tidak ada impian yang tercapai dengan gratis,” cetus Menkeu di Jakarta, Rabu (26/7).

Bahkan Sri Mulyani menyorot, mental gratisan tersebut sudah sangat banyak dan sangat buruk bagi Indonesia. Sikap seperti itu sangat disayangkan oleh Sri Mulyani.

“Tapi ternyata di republik ini ada banyak yang memiliki mental itu, semua mau gratis,” cetus dia


Memang pada era pemerintahan Jokowi-JK, dari tahun 2015-2017, anggaran pendidikan dalam APBN naik rata-rata 27,4%. Untuk infrastruktur naik tajam 123,4% dibanding tahun 2011-2014.

Sementara itu, kesehatan dari 2015-2017 naik 83,2%. Di sisi lain, subsidi energi pada tahun yang sama turun 66,2%.

Namun sepertinya Sri Mulyani lupa. Memberikan pelayan yang gratisan itu adalah hak bagi semua orang Indonesia baik dari sisi kesehatan maupun pendidikan. Dan untuk kesehatan jika dibandingkan dengan negara lain, anggaranya relatif masih kecil.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati membeberkan alasan mengapa pemerintah Indonesia memiliki utang hingga ribuan triliun. Total utang pemerintah pusat hingga Juni 2017 tercatat Rp3.706,52 triliun. Jumlah itu naik Rp34,19 triliun dari posisi akhir bulan Mei 2017 sebesar Rp3.672,33 triliun.

Menteri Sri Mulyani Sebut Rakyat Indonesia Bermental Gratisan, disisi lain Pemerintah Juga senang jual Aset negara serta Sumber Daya Alam kekayaan Indonesia, serta bermental NGUTANG dalam membuat Anggaran.[Mo]

Posting Komentar