Tangerang| Media Oposisi- Sejak dikeluarkannya Perppu Nomor 2/Tahun 2017 oleh pemerintah beberapa hari yang lalu terus menuai penolakan dari banyak pihak, baik dari lembaga, ormas Islam, tokoh maupun berbagai kelompok di  Indonesia.
Pada hari Jum'at (21/07) siang sepuluh orang yang tergabung dalam Forum Asatidz Tangerang Raya mendatangi Kantor DPRD kota Tangerang yang beralamat di Jln. Satria Sudirman Kel.Sukasari ini untuk melakukan audiensi menolak keberadaan Perppu Ormas tersebut.


Dipimpin oleh Ust.H.TB.Mahdi Ardiansyah, delegasi Asatidz ini diterima Anggota DPRD Kota Tangerang yakni Agus Setiawan (Ketua Komisi I)Baihaqi (Wakil Ketua komisi 1), Agus Setiawan dan H.Mulyadi serta 2 anggota komisi I yang lain.

Audiensi dibuka oleh Wakil Ketua Komisi Baihaqi, kemudian dilanjutkan oleh H. Mahdi Yang menyatakan sikap penolakannya terhadap Perppu Ormas ini. Beliau juga menyoroti terkait dengan dibubarkannya HTI oleh pemerintah yang sewenang-wenang. 

"Sekarang kok organisasi Islam yang dicurigai. Saya bukan anggota HTI, tapi kenapa HTI dibubarkan? kenapa orang Islam yang dicurigai ?" Kata beliau.

Pemerintah bersikap diktator dengan dikeluarkannya Perppu ormas ini. "Adanya Perpu ini menunjukkan rezim ini rezim yang diktator yang sangat autis. Perpu ini naskah akademiknya lemah & mengada-ada, meniadakan pengadilan, bisa jadi alat membungkam kritik & dakwah, kriminalisasi (ajaran, dakwah & aktivis Islam), dan lainnya. Inilah bentuk kediktatoran konstitusional", lanjut beliau.

Ust. Abu Najwa, salah satu tim Forum Asatidz yang turut hadir dalam audiensi ini mengatakan, "Saya rasa kegiatan HTI ini tidak bermasalah. Ini ada monopoli tafsir, Saat ini Pancasila dijadikan sebagai jargon politik untuk lawan politiknya sendiri.
Menanggapi beberapa aspirasi yang telah disampaikan oleh tim dari Forum Asatidz itu, komisi I DPRD kota Tangerang menampung dan menerima masukan aspirasi itu dan berjanji akan dibawa & rapatkan ke DPR RI.
Di akhir acara dibacakan pernyataan sikap Forum Asatidz Tangerang oleh Ust. Hudhori yang berisi beberapa poin yang pada intinya bahwa Forum Asatidz Tangerang menolak Perppu Ormas dan juga menolak serta mengecam keras pembubaran HTI yang merupakan bentuk kediktatoran dan represifnya penguasa negeri ini khususnya terhadap kelompok Islam. [MO]

Posting Komentar