Jakarta| Media Oposisi- Menyikapi kondisi terkini Indonesia,pemerintah bersikap paranoid dengan memasukkan materi bela negara ke ospek. Pemerintah menganggap bahwa paham anti pancasila dan radikalisme telah masuk ke kalangan mahasiswa.

Menurut menteri pertahanan (Menhan) Ryamizard, dengan masuknya materi bela negara, ia menganggap kisruh yang terjadi di Indonesia bisa teratasi. Ryamizard juga menuding materi ospek saat ini tidak memberikan kontribusi nyata untuk mahasiswa khususnya dalam menjaga NKRI. 

"Saat ini, ospek masih banyak diisi dengan materi-materi yang kurang memberikan dampak besar terhadap kehidupan mahasiswa ke depannya. Oleh karena itu, mental taat hukum, disiplin, dan rela berkorban kita masukkan agar kelak mereka ikut menjaga negara," jelas Ryamizard, Rabu (26/7).

Pandangan berbeda disampaikan oleh Mantan Ketua Umum Muhammadiyah, Din Syamsudin. Din menyebut bahwa gonjang ganjing negara ini,khususnya setelah penerbitan Perppu Ormas bukan akibat dari adanya ormas tertentu namun akibat dari penerapan sistem ekonomi dan politik yang kapitalistik.

"Kalau mau dibubarkan, bubarkan sistem kapitalistik, bubarkan demokrasi liberal bertentangan dengan pancasila. Jangan kemudian pakai Pancasila untuk melihat seolah-olah hanya kelompok tertentu yang anti Pancasila," kata Din usai mengisi seminar di Jakarta, Selasa (25/7). [MO]

Posting Komentar