Jakarta| Media Oposisi- Tim Satgassus Bareskrim menggerebek lokasi sindikat kejahatan siber yang dilakukan warga negara China dan Taiwan di Jakarta,Surabaya dan Bali pada Sabtu (29/7).

Perburuan itu sukses dengan penangkapan 29 warga Chinasindikat kejahatan siber di Jalan Sekolah Duta Pondok Indah Kebayoran Lama Jakarta Selatan.

Tak cukup memburu WNA Asing. ,Tim Satuan Tugas Khusus (Satgassus) Polri juga tengah memburu warga negara Indonesia (WNI) penyedia tempat kontrakan untuk sindikat kejahatan siber asal China yang digerebek di Pondok Indah Jakarta Selatan, Sabtu (29/7).

"Masih kita cari WNI yang menyediakan tempat," kata Ketua Tim Jakarta Satgassus Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri Ajun Komisaris Besar Polisi Didik Sugiarto, dikutip dari Antara, Minggu (30/7).

"Apakah orang (WNI) yang menyediakan tempat itu terlibat tindak pidana ini? Apa hukum yang dilanggar tentunya hasil pemeriksaan akan menentukan," ujar Wakil Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya itu.

Banyaknya WNA China yang berkeliaran di Indonesia ditengarai akibat kebijakan bebas visa bagi WNA China yang dilakukan oleh rezim Jokowi. Pemerintahan Jokowi melalui Peraturan Presiden Nomor 21 Tahun 2016 tentang Bebas Visa Kunjungan telah membebaskan visa bagi turis asing dari 169 negara,salah satunya China.

Komisioner Ombudsman,Laode Ida menilai kebijakan ini terindikasi kuat dimanfaatkan oleh WNA China ilegal.
Nah itu yang betul-betul dimanfaatkan oleh pihak pengusaha untuk menjadikan mereka sebagai tenaga kerja umumnya di perusahaan mereka," ujar Laode Ida,Kamis (19/1).

Menurut dia, pemerintah dinilai lemah dalam mengurusi administrasi kependudukan. Pemerintah terkesan tutup mata pada WNA China yang berkeliaran. Ia juga menilai tutup matanya pemerintah akibat adanya

"Indonesia sekarang ini betul-betul ingin sekali melihat negara ini kebanjiran investor sehingga ini yang dimanfaatkan oleh para investor untuk mendapatkan keuntungan besar dengan mempekerjakan tenaga kerja dengan upah rendah," ucap Laode.



Posting Komentar