Oleh : Abu Muhamnad Al Samarindi

Bila dengki yang ada di dalam hati, maka kau pasti akan senang melihat orang lain mengalami musibah. Namun bila empati dan belaskasih yang ada di dalam jiwa, tentu rasa sedih yang hadir saat melihat saudara sesama manusia (apalagi yang masih seiman) menjadi korban kedzaliman.

Demikian pula dengan apa yang terjadi dengan saudara kita HTI. Mereka adalah saudara seiman meski kita tak satu harakah. Mereka pejuang syari'at, meski mungkin kita berbeda dalam perkara khilafiyah. Mereka adalah hamba-hamba Allah yang selama ini selalu menjaga kedamaian di negeri ini, tidak memberontak dan tidak pernah membuat rusuh, apalagi membakar rumah ibadah.

Bila ada rasa senang mendengar ormas mereka dibubarkan, bertanyalah ke dalam hatimu, apakah yang membuat perasaan itu hadir? Apakah karena perjuangan  HTI yang ingin syari'ah tegak? Ataukah karena mereka menjadi penyebab kalian kehilangan jamaah? Bagian manakah dari perjuangan mereka yang merugikan agamamu?

Jika karena HTI dianggap aliran sesat oleh masyaikh mu, coba buktikan langsung benarkah kesesatan yang dituduhkan itu benar-benar ada? Atau jangan-jangan itu hanya buah kedengkian petinggi kelompokmu yang tak suka orang lain berbeda pendapat dan beda majelis dengan kalian?

Jangan  jadikan fatwa syaikh kalian sebagai 'kitab suci' tapi ukurlah semua persoalan agama itu dengan ukuran dan timbangan Al Qur'an dan As Sunnah. Bukankah itu prinsip yang diajarkan oleh para masyaikh dan asatidz ahlussunnah?

Datangi ulama atau da'i HTI, klarifikasi dan minta bukti yang membantah tuduhan terhadap mereka. (Walaupun sebenarnya sih yang harus menghadirkan bukti itu adalah sang penuduh, bukan tertuduh). Jika kalian sudah mempelajari ajaran dan literatur-literatur HTI, simpulkan dengan seadil-adilnya apa kesimpulan kalian?

Namun kami yakin, seburuk apapun kesimpulan kita atas HTI, kita nasih seiman dengan mereka, masih sama syahadatnya, kiblatnya, Nabinya serta Qur'an dan Sunnah nya. Maka sungguh tak pantas jika saat HTI mengalami cobaan seperti sekarang ini kalian malah bertepuk tangan seolah menang. Menang dari apa? Apakah kalian sudah mewakili syaithan yang tak suka syari'at Allah ditegakkan? Apakah kalian setali tiga uang dengan komunis yang anti Tuhan?

Jika tidak... Hati-hatilah! Buanglah iri dan dengki terhadap saudara kita HTI..! Karena jika kalian masih merasa muslim, kalian pun akan menjadi target kedzaliman suatu hari nanti. Mungkin bukan dii urutan awal sebagaimana ormas yang bersikap tegas kepada kekafiran dan kemunafikan semacam HTI, FPI, ANNAS, MMI, dan lainnya. Tapi lambat atau cepat muslim paling santun pada kekafiranpun akan mereka binasakan sebab keimanan yang ada di dadanya.

Ya, mereka didahulukan karena memang paling vokal dan paling keras terhadap kemungkaran. Namun sekali lagi, percayalah bahwa kalianpun akan menemukan giliran jika masih memiliki iman. Karena kaum anti Tuhan tak akan berhenti memerangi kebaikan.

Ya, kecuali jika kalian lebih mencintai kejahatan... Silahkan bersinergi dengan mereka. Dan kita akan berhadapan meski dengan sangat terpaksa. [MO]

Wallahu a'lam

Sumber : klik

Posting Komentar