Jakarta| Media Oposisi- Aksi 287 yang bertujuan menolak perppu ormas yang menyebabkan HTI dibubarkan ternyata mendapat dukungan nyata dari anggota komisioner komnas HAM.
Istimewanya lagi, dukungan itu datang dari Natalius Pigai yang tidak beragama Islam. Tidak hanya datang, ia dengan lantang menyuarakan penolannya terhadap Perppu Ormas melalui mobil komando.

Pigai menilai Perppu Nomor 2 tahun 2017,rezim Jokowi mengulang sejarah pahit orde baru dalam wujud kembali memberangus kebebasan berpendapat rakyat Indonesia.

"Kita berdemokrasi karena ingin melawan‎ cara-cara otoritarianisme‎. Tetapi ini rezim (otoriter) muncul lagi. Ini jelas bertentangan dengan semangat reformasi dan melanggar hak asasi manusia”

Pigai menambahkan bahwa Perppu ormas bertentangan dengan HAm yang selama ini digembar gemborkan pemerintah.

“Perppu ini cacat prosedural dan bertentangan dengan HAM, dalam hal ini saya berdiri di tengah-tengah umat Islam," ujar Natalius ‎disambut teriakan takbir ribuan massa Aksi 287.

 Tak lupa Pigai memuji Umat Islam yang mengikuti aksi 287 sebagai umat yang baik sekaligus menampik tuduhan bahwa umat islam mengancam kebinekaan.

"Apalagi, saudara-saudara semua di sini adalah umat Islam yang taat dan tidak pernah melakukan anarkisme yang mengancam keutuhan bangsa," jelas Pigai.

Di akhir pidatonya, Pigai mengingatkan agar penguasa lebih menghormati dan menghargai umat Islam karena umat Islam memiliki kontribusi besar untuk Indonesia.

“Apalagi tidak bisa dinafikan, ulama dan umat Islam adalah garda terdepan dalam memperjuangkan kemerdekaan. Hormati mereka, jangan diperlakukan seperti teroris," tegas Pigai. [MO]

Posting Komentar