Bogor| Media Oposisi- Dalam sebuah dokumen 'Daftar Pengurus HTI se-Indonesia' yang telah lama beredar, enam dosen di IPB terlibat dalam HTI. Mereka dianggap menjadi anggota maupun simpatisan organisasi masyarakat (ormas) yang dibubarkan sepihak oleh pemerintah melalui Perppu ormas.
Enam dosen di Institut Pertanian Bogor (IPB) diduga terlibat dalam Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). Pihak kampus menegaskan tak bisa melarang.
Adapun enam dosen itu berinisial RK, AC, IS, DS, CA, dan ET. IS dikenal sebagai dosen bergelar profesor yang menjabat sebagai ketua program studi di IPB.
Wakil Rektor IPB Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Profesor Yonny Koesmaryono mengatakan belum dapat memastikan kebenaran dokumen itu. Selain itu, lanjut Yonny, kampus tak bisa melarang dosen maupun mahasiswa untuk bergabung dengan ormas manapun.
"Dia mau berasosiasi dengan siapapun ya boleh saja," ujar Yonny kepada Metrotvnews.com, Jumat (21/7).
IPB tidak mempermasalahkan dosen tersebut berdakwah dengan nama HTI di di luar kampus.
"Kalau dia mengajar di kampus membawa nama HTI, itu yang gak boleh. Tapi, kalau pengajian HTI di luar kampus ya silahkan," tutur Yonny.
Yonny menegaskan, afiliasi dosen atau mahasiswa IPB dengan ormas di luar kampus merupakan urusan privasi. Hubungan IPB dengan dosen hanya sebatas kerja. Apalagi ssaat ini HTI sudah dibubarkan oleh pemerintah,sehingga tidak ada yang perlu dirisaukan.
"Intinya, ya tidak ada hal yang perlu dirisaukan Kalau sudah bubar ya bubar," pungkas Yonny
Dokumen yang beredar itu sendiri,sampai berita ini ditulis tidak ada pihak yang mengaku menerbitkannya,baik dari kalangan kepolisian hingga Kemenkopolhukam. [MO]

Sumber : metrotvnews.com

Posting Komentar