Cak Imin


Jakarta| Media Oposisi- Ketua Umum HTI Rokhmat S Labib, ditemani juru bicara HTI Ismail Yusanto, menemui Ketum PKB Muhaimin Iskandar (Cak Imin) di kantor DPP PKB. Dalam pertemuan ini, HTI menyampaikan tiga hal yang menjadi implikasi sasaran terkait dengan pembubaran organisasinya.

"Tadi kita berbincang-bincang dengan Pak Muhaimin tentang berbagai hal. Tapi memang fokus mengerucut perbincangan kita pada soal Perppu. Jadi kita sudah sampaikan Perppu itu isinya dan implikasinya jadi dalam bahasa kita Perppu itu menyasar tiga hal sekaligus," kata Ismail saat ditemui di Jalan Raden Saleh I, Jakarta Pusat, Kamis (27/7/2017).

Baca Juga: Melihat Masa Depan HTI, Cahaya Kebenaran Yang Tak Pernah Padam

Pertama adalah organisasi; kedua, orangnya; dan ketiga, ajarannya. Ismail mengatakan, hingga pembubaran HTI, hal pertama sudah dilakukan.

"Sekarang ini sedang bergerak ke orang-orangnya. Sebutlah persekusi negara kepada anggota HTI di berbagai tempat. Yang ketiga, sebutlah soal ajaran," ujar Ismail.


Ismail mengatakan diskusi tersebut juga membahas khilafah. Pihaknya menegaskan kepada Muhaimin bahwa khilafah adalah ajaran Islam.

"Khilafah itu adalah ajaran Islam, dan bagaimana rasionalitasnya, bagaimana sumber-sumber suratnya. Sumber segala macam kita diskusikan tadi itu. Kita sampaikan dengan ini, harapannya adalah tentu saja Pak Muhaimin itu bisa memberikan andil yang sangat penting ketika nanti pembahasan Perppu ini di DPR," tutur Ismail.


Ismail berharap PKB bisa dengan tegas menolak Perppu tersebut. Menurutnya, Cak Imin sangat senang dan bersyukur atas pertemuan ini, sehingga banyak hal yang dapat terkonfirmasi serta terklarifikasi.

"Beliau sangat senang kita bisa hadir, bersyukur karena dengan itu tadi banyak hal yang terkonfirmasi. Kan dia minta klarifikasi dari kita, kita juga sudah jelaskan juga dengan klarifikasi itu. Ada banyak kesalahpahaman yang diamati selama ini ada pada beliau, jadi sangat menyambutlah pertemuan tadi," ucapnya.

Ismail menyampaikan selama ini HTI tidak diberi ruang untuk melakukan klarifikasi. HTI sesungguhnya cinta kepada negara, namun dalam perspektif Islam.

"Bahwa Hizbut Tahrir itu sesungguhnya sangat cinta kepada negara ini. Kemudian cara bagaimana membuat atau membawa negara ini ke arah yang lebih baik, hanya memang perspektifnya hanya dalam perspektif Islam," ujarnya.


"Kita juga menyampaikan soal tidak adanya ruang untuk kita melakukan klarifikasi. Jadi kita sebutkan bagaimana kita mau melakukan klarifikasi kalau ruang untuk klarifikasi itu sudah ditutup di pengadilan," katanya.[Mo]

Posting Komentar