sumber : detik.com


Jakarta|Media Oposisi Sidang paripurna DPR yang dimulai pada Kamis (20/7) dan diakhiri pada Jumat (21/7) dini hari diwarnai dengan walkout tiga pimpinan DPR. Fadli Zon diiringi pimpinan DPR lainnya,yaitu Taufik Kurniawaqn dan Agus Herwanto.

Ketua DPR Setya Novanto memimpin sidang paripurna RUU Pemilu setelah tiga pimpinan DPR dan beberapa fraksi lain melakukan walk out. Novanto lalu langsung mengesahkan RUU Pemilu dengan presidential threshold 20 persen.

Pihak yang melakukan walk out menganggap presidential treshold berlawanan dengan konstitusi "Kalau kita, pandangan dari ketum (Prabowo Subianto), jangan berpikir menang atau kalah tapi komitlah pada konstitusi," ujar anggota F-Gerindra, M Syafii, di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (20/7/2017.

Setelah Gerindra, PAN, Demokrat, dan PKS walk out, berarti tersisa partai pendukung pemerintah plus Fahri Hamzah di ruang paripurna. Partai pendukung pemerintah mendukung opsi A, yang salah satunya berisi presidential threshold 20 persen. 

Tersangka Korupsi E-KTP, Setya Novanto
Sumber Gambar : detik.com



"Dengan ini diputuskan hasil RUU pemilu mengambil paket A minus 1. Apakah dapat disetujui?" tanya Novanto dari mimbar paripurna, Jumat (21/7/2017).

Beberapa hari sebelumnya,KPK menetapkan Ketua DPR RI Setya Novanto sebagai tersangka pada Senin (17/7/2017). Ketua Umum Partai Golkar itu diduga terlibat dalam korupsi proyek pengadaan e-KTP. [MO]



sumber : detik.com

Posting Komentar