Jakarta| Media Oposisi- Kepemimpinan rezim Presiden Joko Widodo (Jokowi) tidak luput dari berbagai kontroversi. Diamnya Jokowi terhadap penangkapan ulama disebut sebagai indikasi kuat Jokowi dinilai anti Islam.

Berdasarkan semua ini, maka publik semakin mendapatkan bukti bahwa rezim yang berkuasa saat ini adalah rezim represif dan anti-Islam," kata Ismail Yusanto

"Isu pertama isu anti-Islam masih terus mengemuka. Isu itu masih terus dipertanyakan, isu kriminalisasi terhadap ulama bahwa pemerintah Jokowi melakukan kriminalisasi ulama " kata Maman, di D'Hotel, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (30/7).

Anggapan Jokowi anti islam dipertegas dengan penerbitan Perppu ormas yang dijadikan alat untuk memberangus ormas Islam berpengaruh di Indonesia, Hizbut Tahrir Indonesia (HTI).

"Berdasarkan semua ini, maka publik semakin mendapatkan bukti bahwa rezim yang berkuasa saat ini adalah rezim represif dan anti-Islam," kata Ismail Yusanto saat bertemu Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon di Gedung DPR RI, Selasa (18/7).

Penerbitan Perppu sendiri dinilai tidak perlu karena tidak ada kondisi genting. Hal ini disampaikan oleh Prsiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS), “Kami tidak melihat bahwa hari ini ada kegentingan yang memaksa. " ujar Presiden PKS, Sohibul Iman, di Kantor DPP PAN, Jalan Senopati, Jakarta Selatan, Rabu (12/7)

Ia menambahkan bahwa pembubaran ormas yang dilakukan Jokowi adalah tindakan membahayakan, “Kalau pembubaran hanya ditentukan eksekutif tentu ini berbahaya," imbuh Sohibul. [MO]

Posting Komentar