Media Oposisi- Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) akan melakukan pencabutan badan hukum ormas Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), Setelah dikeluarkanya Perppu Ormas. Rabu (19/7/2017).
Hal ini menunjukan Rezim Jokowi hari ini tidak berpihak pada Umat Islam, malah lebih membela kepentingan sang penista Alqur'an. dan menuduh ormas islam anti pancasila dan kebinekaan.

Sebelum mencuat spirit 212 dengan ditandai tumbangnya Ahok karena arogansi dan kesombongannya, HTI lebih dulu vokal dalam memposisikan diri sebagai rival. Aksi Tolak Pemimpin Kafir pada 4 September 2016 menghadirkan 20 ribu masa di patung kuda monas.

Setelahnya respon Ahok terhadap aksi tersebut dicurahkan lewat kasus video Boby, Mahasiswa Pascasarjana UI yang menjadi salah satu kader HTI, kemudian tak puas munculah video Ahok yang menista Al Qur'an di pertengaan Oktober sebagai respon dari opini yang semakin besar.

Rentetan peristiwa ini terus menggelinding bak bola salju hingga mencuat persatuan Islam lewat 411 dan 212.

Kalahnya Ahok di Pilkada bukan soal sederhana, terpecahnya masyarakat Indonesia menjadi dua kubu, dan terlihat sikap rezim terhadap kaum muslimin, menjadi gong kampanye anti radikalisme yang gila. Semua perangkat dikerahkan; Polri, Kemenristek, Kemenkumham, Kemendagri, Kemeninfo, hingga LSM dan Ormas yang mendukung rezim digunakan sebagai alat pukul. Tentu alasannya klasik seperti yang telah dicontohkan sebelumnya. Pancasila dijadikan alat pukul bagi yang tidak sejalan.

Begitulah kiranya kita umat islam menangkap semua fragmen peristiwa saat ini dalam kacamata yang lebih ramah. Dan HTI telah menjadi inspirasi bagaimana dakwah yang hanya 'omong doang' itu teramat besar dampaknya untuk perubahan. Tetap bersatu, kencangkan ikat pinggang!. Tahun-tahun kedepan. 

Apalagi dengan sikap represif rezim jokowi yang jelas anti Islam. dimana umat islam bukanya di ayomi malah di buat berantakan. Pembubaran Ormas Islam HTI mecuat kuat kepublik setelah keklahan Ahok di Pilkada DKI, maka tidak heran jika ormas islam satu persatu akan di habisi sebagai balas dendam.[Mo]





Posting Komentar