Kulon Progo| Media Oposisi- Kebijakan rezim Jokowi dalam menggenjot infrastruktur mengalami kendala cukup serius, kali ini di Yogyakarta. Tidak tanggung tanggung,tsunami menjadi ancaman utama.

Bandara Kulon Progo atau(New Yogyakarta International Airport (NYIA)  yang sedang disiapkan di Kabupaten Kulon Progo sangat rawan terdampak tsunami. Calon bandara itu terletak 200 meter dari garis pantai Laut Jawa. Hal ini dinilai berbahaya oleh peneliti UGM,almamater dari Jokowi sendiri.

“Jika suatu saat terjadi lagi tsunami seperti di Pantai Pangandaran dengan (kekuatan kegempaan) magnitude lebih tinggi sedikit saja, bandara baru itu akan kena mulai bagian apron, terminal, sampai runwaynya,”ujar Widjo Kongko, peneliti Balai Teknologi Infrastruktur Pelabuhan dan Dinamika Pantai, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi- Universitas Gadjah Mada (BPPT-UGM) kepada Tempo, Rabu (25/7).

Widjo bukan asal bicara, ia merujuk pada hasil penelitian yang pernah dilakukan oleh Lembaga Ilm Pengetahuan Indonesia (LIPI) belum lama ini.

“Temuan terbaru tim LIPI ini makin menguatkan bukti ilmiah jika pesisir pantai selatan Jawa sangat rawan tsunami, termasuk area bandara baru yang jaraknya hanya 200 meter dari pantai,” imbuh Widjo. 

Di sisi lain,kebijakan pembangunan NYIA bukan tanpa reaksi dari warga, warga dan elemen lainyang tergabung dalam Wahana Tri Tunggal gencar menolak kebijakan pembangunan NYIA.

“Mohon pada Tuhan untuk disampaikan aspirasi ini pada pemerintah terutama Jokowi. Kalau kami melakukan penolakan secara fisik tidak bisa, kami memohon pada Tuhan, dan dilanjutkan orasi,” kata Martono, Jumat (27/1) saat Warga WTT menggelar aksi damai berupa mujahadah doa bersama dan orasi.

 [MO]

sumber : tempo.co

Posting Komentar